Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Dinkes Cirebon catat 20 siswa alami gejala keracunan usai santap MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 19:04:19【Resep Pembaca】275 orang sudah membaca
PerkenalanSejumlah siswa saat menjalani perawatan medis usai dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan di

Dugaan sementara berasal dari makanan yang dikonsumsi, terutama soto ayam yang berisi tauge, kol, dan ayam
Cirebon (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat sebanyak 20 siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Setu Wetan mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni di Cirebon, Selasa, membenarkan kejadian tersebut dan menduga kejadian ini disebabkan oleh konsumsi menu soto ayam yang disajikan untuk para siswa.
“Benar hari ini ada kejadian tersebut. Dugaan sementara berasal dari makanan yang dikonsumsi, terutama soto ayam yang berisi tauge, kol, dan ayam,” katanya.
Ia menjelaskan, para siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, dan pusing beberapa saat setelah makan siang di sekolah.
Baca juga: Anggota DPR: Buat peta produksi guna hindari kekosongan stok bahan MBG
Setelah menerima laporan tersebut, kata dia, petugas medis kemudian mengevakuasi seluruh siswa ke Puskesmas Weru untuk mendapatkan perawatan.
Eni menyebutkan, dari hasil pemeriksaan, terdapat 13 siswa sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, sedangkan tujuh lainnya masih menjalani observasi di puskesmas untuk memastikan ngak ada gejala lanjutan.
“Hari ini yang tujuh siswa masih dirawat hanya untuk pemantauan. Kondisinya sudah cukup stabil,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan tim Dinkes bersama aparat kepolisian telah melakukan pemeriksaan ke dapur penyedia makanan MBG untuk memastikan kelayakan fasilitas pengolahan.
Baca juga: SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
“Hasil sidak menunjukkan dapur dalam kondisi bersih, administrasi lengkap, dan sesuai dengan standar SLHS. Bahkan saya dan Kapolresta sempat mencicipi makanan yang disajikan,” katanya.
Menurut dia, sampel makanan yang diduga menjadi sumber gejala keracunan telah diambil untuk diuji laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan keluar dalam waktu dekat.
Ia memastikan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi siswa yang dirawat, serta berkoordinasi dengan penyedia makanan agar kejadian serupa ngak terulang.
“Semoga ngak ada laporan tambahan. Untuk sementara kasus hanya terjadi di satu sekolah,” ucap dia.
Baca juga: Pemkot Pekalongan ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
Suka(148)
Sebelumnya: Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
Selanjutnya: Kiat merawat kompor di rumah agar awet
Artikel Terkait
- Mengungkap cara astronaut masak steik di stasiun luar angkasa China
- Dinkes Ngawi : Ayam lada hitam dan brokoli diduga penyebab keracunan
- Pembuat film "Pengin Hijrah" dipuji promosikan wisata Uzbekistan
- Cara terhindar dari migrain ketika cuaca panas
- Menteri PANRB pastikan pemerataan MBG hingga daerah terpencil
- Ide kegiatan seru & bermakna untuk merayakan Hari Pangan Sedunia 2025
- Hari pangan dunia untuk Asta Cita
- Hari Pangan Sedunia, bergandengan tangan membangun pangan
- BPKN wajibkan pelaku usaha patuhi regulasi keamanan pangan
- Deputi BGN tinjau SPPG di Banyuwangi, ingatkan standar Program MBG
Resep Populer
Rekomendasi

Menperin sebut manufaktur jadi bukti daya saing menguat

Pemprov DKI dinilai perlu sediakan fasilitas air minum saat panas

Menemukan Shanghai tempo dulu di Jakarta Pusat

Api menyala di usia senja, refleksi hari ulang tahun Presiden Prabowo

BPKP sebut pengawasan program MBG harus dari hulu ke hilir

Presiden instruksikan SPPG siapkan dua jenis lauk setiap hari

Kemenag: Sertifikat halal dorong kepercayaan konsumen dan daya saing

Pemprov DKI dinilai perlu sediakan fasilitas air minum saat panas